Padang Pariaman — Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., meninjau wilayah terdampak banjir di Sumatera Barat pada Sabtu pagi. Kunjungan ini merupakan bagian dari monitoring lapangan Polri setelah sebelumnya meninjau Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Tapanuli Tengah. Hari ini, Wakapolri fokus di Padang Pariaman dan Kabupaten Agam untuk memastikan percepatan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Wakapolri menyampaikan bahwa Polri bersama pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan terus mempercepat pemulihan infrastruktur vital, terutama akses penghubung antarwilayah. Beberapa jembatan darurat telah dibangun dan dalam proses peningkatan kapasitas agar segera dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Di Kabupaten Agam, ada lima titik jembatan darurat yang sudah dibangun. Salah satunya di Palembayan sudah dapat dilalui masyarakat, sementara di Malalak progresnya hampir rampung. Di Batang Anai, Padang Pariaman, progres pembangunan terus didorong dengan tambahan alat berat agar akses logistik dan mobilitas warga segera pulih,” ujar Wakapolri.
Jembatan di Sumani, Kabupaten Solok, telah berfungsi penuh dan mampu melayani aktivitas masyarakat secara maksimal. Sementara di sejumlah titik lain, jembatan darurat akan ditingkatkan agar dapat dilalui kendaraan roda empat dengan kapasitas terbatas guna mendukung distribusi bantuan dan pemulihan ekonomi warga.
Polri mengerahkan dukungan alat berat tambahan serta menempatkan personel di kecamatan-kecamatan dengan tingkat kerusakan paling berat sebagai prioritas penanganan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan jalur distribusi logistik, pelayanan kesehatan, dan aktivitas perekonomian masyarakat dapat segera berjalan kembali.
“Pemulihan infrastruktur adalah kunci. Ketika akses terbuka, logistik masuk, layanan kesehatan menjangkau warga, dan roda ekonomi bisa bergerak kembali. Ini yang terus kami percepat di lapangan,” tegas Wakapolri.
Polri memastikan seluruh upaya pemulihan dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan, sehingga masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan kebutuhan dasar terpenuhi secara merata. (Rahmat Hidayat)

