Pangkalpinang – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang melaksanakan kegiatan pemeriksaan tes urine terhadap seluruh pegawai dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Kamis (08/01/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB ini merupakan tindak lanjut dari perintah tertulis Direktur Jenderal Pemasyarakatan kepada Direktur Pemasalahan Khusus Narkotika, yang kemudian diteruskan kepada seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (KAUPT) sebagai bentuk komitmen dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Kegiatan tes urine ini melibatkan seluruh komponen di lingkungan Lapas Narkotika Pangkalpinang, dengan total peserta sebanyak 81 orang pegawai dan 936 orang warga binaan. Proses pelaksanaan diawasi langsung oleh Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, serta dimonitoring secara langsung oleh perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung. Plh. Kepala Kantor Wilayah tersebut diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Anggre Anandayu, yang turut memastikan bahwa setiap tahapan kegiatan berjalan sesuai dengan standar prosedur yang berlaku.
Selama lebih dari 7 jam pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Mulai dari pendataan peserta, pengambilan sampel urine, hingga proses analisis dilakukan secara profesional dan transparan oleh tim teknis yang telah memiliki kompetensi dan kualifikasi sesuai ketentuan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah diumumkan secara resmi, seluruh peserta tes urine – baik pegawai maupun warga binaan – dinyatakan negatif terhadap penyalahgunaan zat narkotika jenis apapun. Hasil ini menjadi bukti konkret bahwa upaya pembinaan, pengawasan, dan kolaborasi yang telah dilakukan memberikan kontribusi positif dalam mendukung program nasional P4GN.
Novriadi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga dalam mendukung program P4GN serta gerakan Zero Halinar (Lapas Bebas Narkoba, Korupsi, dan Kekerasan). “Kita bertekad untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan berintegritas, sehingga dapat berperan optimal dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi warga binaan ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Anggre Anandayu menyampaikan apresiasi atas hasil yang dicapai oleh Lapas Narkotika Pangkalpinang. “Pelaksanaan tes urine yang menyeluruh ini menunjukkan keseriusan lembaga dalam menjalankan amanah yang diberikan. Hasil negatif ini menjadi dasar yang kuat untuk terus memperkuat program pembinaan dan pencegahan di masa mendatang,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk evaluasi berkala untuk memastikan bahwa lingkungan Lapas Narkotika Pangkalpinang tetap terjaga kebersihannya dari pengaruh zat berbahaya. Ke depan, pihak lapas akan terus memperkuat program penyuluhan, pembinaan, serta kolaborasi dengan instansi terkait guna memelihara hasil yang telah dicapai dan menjaga komitmen dalam mewujudkan tujuan bersama.
Kontributor: Humas Satria LPN
Diedit oleh Rahmat Hidayat

