Transformasi Pembinaan Berkelanjutan di Lapas Narkotika Pangkalpinang, Inilah Capaian Kinerja 2025

Pangkalpinang – Sepanjang Tahun 2025, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang mencatat berbagai capaian kinerja yang berdampak nyata, baik dalam bidang pembinaan warga binaan, ketahanan pangan, hingga penguatan keamanan dan ketertiban. Berbagai program dijalankan secara berkelanjutan sebagai wujud komitmen menghadirkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada hasil.

Di bidang ketahanan pangan dan kemandirian, lapas berhasil memanen sayuran kangkung, sawi, dan pakcoy dengan total 33,5 kilogram. Dari sektor perikanan, panen ikan air tawar seperti lele, patin, dan nila mencapai 130 kilogram. Hasil tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran keterampilan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri.

Sebanyak 80 warga binaan terlibat dalam pelatihan kemandirian yang meliputi las fabrikasi, servis kendaraan, pertanian hidroponik, kuliner, dan pengembangan UMKM, yang dilaksanakan melalui sinergi dengan instansi dan mitra daerah terkait.

Kepala Lapas Narkotika Pangkalpinang, Novriadi, menyampaikan bahwa seluruh program pembinaan dirancang untuk memberikan bekal keterampilan yang nyata. “Pembinaan yang kami laksanakan tidak hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi pada hasil dan dampaknya. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan, mental yang kuat, dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat dengan lebih baik,” ujarnya.

Pembinaan kepribadian dan rehabilitasi juga menjadi fokus utama. Sepanjang tahun, 120 warga binaan mengikuti program rehabilitasi, sementara seluruh narapidana berpartisipasi aktif dalam kegiatan seperti pramuka dan kerohanian.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, lapas secara konsisten menyalurkan bantuan sosial. Sepanjang 2025, sebanyak 60 paket bantuan disalurkan kepada keluarga warga binaan serta masyarakat sekitar yang membutuhkan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan sosial dan menghadirkan wajah pemasyarakatan yang peduli.

Di sisi pengamanan, lapas terus memperkuat komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban. Tercatat sebanyak 30 kali razia dan penggeledahan telah dilaksanakan secara rutin, disertai tes urine bagi warga binaan dan petugas.

“Komitmen kami tegas dan konsisten. Lapas Narkotika Pangkalpinang harus bersih dari narkoba, baik bagi petugas maupun warga binaan. Pencegahan kami lakukan secara berkelanjutan melalui pengawasan, razia, dan pembinaan yang terintegrasi,” tegas Novriadi.

Seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen lapas dalam mendukung 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, sekaligus mewujudkan pemasyarakatan yang berdampak nyata bagi warga binaan, masyarakat, dan negara. Dengan semangat Setahun Berdampak, Lapas Narkotika Pangkalpinang terus berupaya menghadirkan kinerja yang terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang PRIMA.

Diedit oleh Rahmat Hidayat

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *