Air Kembali Mengalir, Harapan Tumbuh: Sumur Bor Kapolda Aceh Jadi Sumber Kehidupan Warga Terdampak Bencana di Aceh Tengah

Aceh Tengah, 11/1/2026 – Di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda pada 26 November 2025 lalu, harapan baru kini mengalir bagi warga Kampung Suku Wihlah Setie, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Sabtu (10/1/2026), bantuan sumur bor dari Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basya, M.M., resmi dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak bencana.

Peresmian sumur bor dilakukan langsung oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik, S.I.K., M.H., sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana yang digagas Polri Aceh. Sebelumnya, akses air bersih di kampung tersebut sangat terbatas akibat kerusakan sarana dan prasarana akibat bencana, membuat warga harus berjuang mencari sumber air yang aman untuk keperluan sehari-hari.

Acara peresmian yang berlangsung di Menasah Al-Mukmin Kampung Suku Wihlah Setie dihadiri oleh pejabat utama Polres Aceh Tengah, Kapolsek Bintang beserta jajarannya, personel BKO Brimob Polda Aceh, aparatur kampung, serta ratusan warga yang menyaksikan momen penting bagi kampung mereka.

Dalam sambutannya, Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhammad Taufik menyampaikan bahwa pembangunan sumur bor ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat. “Air bersih adalah hak setiap orang dan kebutuhan utama untuk kehidupan yang layak dan sehat. Melalui bantuan ini, kami berharap dapat mempercepat proses pemulihan kehidupan warga serta memberikan solusi jangka panjang, baik untuk musim kemarau maupun kondisi darurat mendatang,” ujarnya.

Sumur bor dengan kedalaman sekitar 18 meter tersebut berhasil dikerjakan dalam waktu hanya satu hari oleh tim teknisi yang dibantu personel Polri. Saat diresmikan, air sudah mengalir jernih dengan debit yang memadai untuk memenuhi kebutuhan sekitar 50 keluarga di kampung tersebut.

Peresmian ditandai dengan penyerahan simbolis kunci dan alat pemeliharaan sumur kepada Reje Kampung Suku Wihlah Setie, Mansur Ariga, serta pengecekan langsung kualitas dan debit air oleh Kapolres. Momen tersebut disambut dengan senyum dan rasa syukur yang mendalam dari warga.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolda Aceh dan seluruh jajaran Polri. Airnya sudah mengalir lancar dan jernih, ini benar-benar menjadi sumber kehidupan bagi kami setelah mengalami kesulitan pascabencana,” ucap Mansur Ariga sambil menunjukkan aliran air yang sudah siap digunakan.

Kehadiran sumur bor ini menjadi bukti nyata bahwa Polri berperan tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai mitra dalam pembangunan dan penanggulangan bencana bagi masyarakat.

Setelah acara peresmian selesai, Kapolres Aceh Tengah beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke tiga kampung terisolir di Kecamatan Bintang yaitu Kampung Serule, Atu Payung, dan Jamur Konyel. Di sana, mereka menyalurkan bantuan logistik berupa beras, minyak goreng, serta obat-obatan, sekaligus melaksanakan bakti kesehatan bagi warga lansia dan anak-anak yang membutuhkan perawatan khusus. (Rahmat Hidayat)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *