Baru Bara – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Labuhan Ruku, Hamdi Hasibuan, secara langsung melakukan peninjauan lahan yang berada di wilayah Air Joman pada hari Sabtu (10/1).
Kegiatan ini bukan hanya sebagai tindakan awal dalam rangka memanfaatkan lahan secara maksimal, tetapi juga menjadi bagian integral dari upaya Lapas Labuhan Ruku untuk mendukung program ketahanan pangan yang digaungkan secara nasional, sekaligus memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
Peninjauan lahan yang berlangsung selama hampir dua jam ini diikuti oleh Tim Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Labuhan Ruku, serta sejumlah pejabat struktural lainnya termasuk Kasubag Umum dan Kepegawaian, Kepala Seksi Pembinaan, dan Koordinator Kegiatan Produktif.
Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Hamdi Hasibuan melakukan observasi menyeluruh terhadap setiap sudut lahan, mulai dari kondisi fisik tanah, drainase alami yang ada, aksesibilitas jalur transportasi untuk pengelolaan hasil, hingga potensi sumber daya air yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi.
Selain itu, tim juga melakukan identifikasi jenis tanaman yang cocok untuk ditanam sesuai dengan karakteristik lahan dan iklim lokal, serta mengevaluasi faktor-faktor yang mungkin menjadi hambatan dalam proses pengolahan dan pemeliharaan lahan.
Setelah melakukan peninjauan secara menyeluruh, Kalapas mengeluarkan instruksi yang jelas kepada seluruh jajaran terkait untuk segera melakukan tahap pembersihan lahan.
Pembersihan ini akan difokuskan pada pembuangan semak belukar yang tumbuh lebat, pembersihan material-material yang tidak berguna seperti puing-puing kayu dan batu besar yang menghambat proses pengolahan tanah, serta penyusunan jalur drainase yang baik untuk mencegah genangan air pada musim hujan.
Tahap pembersihan direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dua minggu ke depan, dengan melibatkan keterlibatan aktif warga binaan yang telah menunjukkan minat dan memiliki potensi dalam bidang pertanian.
Tujuan utama dari persiapan lahan ini adalah untuk memastikan bahwa lahan siap ditanami sesuai jadwal yang telah ditetapkan, serta dapat dikelola dengan efisien dan efektif sesuai dengan rencana komprehensif pemanfaatan lahan untuk ketahanan pangan.
Dalam sambutannya setelah peninjauan, Kalapas Hamdi Hasibuan menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan di wilayah Air Joman merupakan bentuk nyata dari komitmen Lapas Labuhan Ruku dalam mendukung gerakan ketahanan pangan nasional yang digariskan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Pertanian, serta sejalan dengan arahan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
“Kita menyadari bahwa ketahanan pangan adalah dasar dari kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Sebagai lembaga pemasyarakatan, kita tidak hanya bertugas untuk membina dan mendidik warga binaan, tetapi juga berkontribusi aktif dalam memenuhi kebutuhan dasar bangsa,” ujarnya.
Selain mendukung program nasional, kegiatan pertanian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pembinaan kemandirian warga binaan.
Melalui kegiatan produktif ini, warga binaan akan mendapatkan pembekalan keterampilan pertanian yang dapat mereka manfaatkan setelah selesai menjalani masa pidana, sehingga meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan penghidupan yang layak dan kembali berintegrasi dengan baik ke dalam masyarakat.
Lebih lanjut, Kalapas berharap bahwa pengelolaan lahan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan hasil yang maksimal bagi semua pihak yang terlibat.
Ia menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara seluruh jajaran Lapas Labuhan Ruku, mulai dari petugas pembinaan hingga staf teknis, untuk memastikan bahwa setiap tahap pelaksanaan program berjalan dengan lancar.
Selain itu, ia juga mengingatkan akan pentingnya kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul, seperti perubahan cuaca, serangan hama dan penyakit tanaman, serta faktor-faktor lainnya yang dapat mempengaruhi produktivitas lahan.
“Program ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung kebutuhan pangan internal Lapas Labuhan Ruku, tetapi juga diharapkan dapat menjadi contoh terbaik dalam pengelolaan lahan produktif di lingkungan lembaga pemasyarakatan, serta menjadi sarana pembelajaran yang berharga dan peningkatan keterampilan bagi warga binaan,” tegasnya.
Untuk mendukung kelancaran program ini, Lapas Labuhan Ruku juga telah melakukan koordinasi awal dengan Dinas Pertanian Kabupaten Labuhan Batu Selatan untuk mendapatkan dukungan teknis terkait pemilihan varietas tanaman unggul, metode budidaya yang tepat, serta pengelolaan pascapanen.
Selain itu, pihak lapas juga berencana untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak terkait termasuk perguruan tinggi lokal dan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang pertanian guna memastikan bahwa program ketahanan pangan ini dapat berkembang dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.
Narasumber : Kalapas Labuhan Ruku Hamdi
Kontributor : Humas Lapas Labuhan Ruku Muhammad Risky Lubis
Diedit oleh Rahmat Hidayat

