Polres Aceh Tengah Jangkau Wilayah Terisolir, Pastikan Kondisi Bayi Viral dan Berikan Layanan Kesehatan Bagi Warga

Aceh Tengah – Mengawali tahun 2026, Polres Aceh Tengah langsung bergerak cepat menembus wilayah-wilayah terisolir pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tengah. Aksi ini dilakukan sebagai wujud kehadiran negara, memastikan kondisi kesehatan masyarakat, serta menindaklanjuti viralnya foto seorang bayi yang diduga menderita penyakit kulit akibat keterbatasan akses dan komunikasi.

Pada Kamis, 1 Januari 2026, tim gabungan dari Dokkes Polres Aceh Tengah, BKO Brimob Polda Aceh, dan Satintelkam Polres Aceh Tengah tiba di Kampung Atu Payung, Kecamatan Linge. Tindakan ini merupakan respons cepat terhadap informasi yang beredar luas di media. Kapolres Aceh Tengah menginstruksikan jajarannya untuk memastikan kondisi bayi viral tersebut dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang kesulitan mengakses fasilitas medis.

Perjalanan menuju Kampung Atu Payung tidaklah mudah. Tim memulai perjalanan pada Rabu, 31 Desember 2025, dengan menggunakan motor trail hingga batas jalan yang bisa dilalui. Selanjutnya, mereka harus berjalan kaki sejauh beberapa kilometer melewati medan terjal, berlumpur, licin, dan tertutup material longsor. Cuaca buruk semakin memperberat perjalanan, mengubah waktu tempuh normal menjadi perjuangan selama 14 jam. Meski menghadapi risiko dan keterbatasan, semangat personel tidak padam demi menjangkau masyarakat yang terisolir.

Setibanya di lokasi, tim medis Polres Aceh Tengah segera memeriksa kesehatan bayi yang fotonya viral. Bayi laki-laki berinisial R.J., berusia sekitar 5 bulan, dinyatakan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan dokter. Diketahui bahwa saat foto diambil, bayi tersebut sedang menderita cacar air (varicella) dan pengobatan tradisional dengan air sirih menyebabkan kulitnya tampak kemerahan, menimbulkan kekhawatiran dan persepsi keliru di masyarakat.

Selain memeriksa kondisi bayi, tim Polres Aceh Tengah juga memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kampung Jamur Koyel, Kampung Atu Payung, dan Kampung Serule, Kecamatan Bintang. Hasil pemeriksaan menunjukkan berbagai keluhan dan penyakit seperti hipertensi, sakit kepala, batu karang, gangguan lambung, stroke dengan luka tekan, diare, flu, alergi, asma, gatal-gatal, dan asam urat. Tim juga mendata dua anak stunting di Kampung Atu Payung dan Kampung Serule untuk ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa langkah cepat ini merupakan tanggung jawab Polri dalam memverifikasi dan menangani informasi yang beredar di masyarakat secara profesional. Polri tidak hanya mengklarifikasi informasi, tetapi juga memastikan kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak mendapatkan penanganan kesehatan yang layak meski berada di wilayah terpencil.

Meskipun seluruh warga telah kembali ke rumah masing-masing dan tidak ada lagi pengungsian, kebutuhan dasar masyarakat masih sangat mendesak. Akses jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki, sementara penerangan dan jaringan komunikasi masih lumpuh. Polri mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat koordinasi lintas sektoral dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk membuka akses jalan dan membentuk tim terpadu penanganan kesehatan di wilayah sulit dijangkau. Polri akan terus hadir, berkolaborasi, dan bergerak proaktif untuk memastikan keselamatan, kesehatan, serta kebenaran informasi bagi masyarakat. (Rahmat Hidayat)

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *